Filed under: catatan ISD
Menurut Berghe, masyarakat majemuk tidak bisa dimasukkan ke dalam salah satu jenis masyarakat dari Durkheim.
Masyarakat memiliki kedua jenis masyarakat dari Durkheim dengan satu jenis yang lebih dominan. Misalnya saja pada masyarakat perkotaan ada pula sebagian masyarakat yang tetap memalihara budaya pedesaan seperti takjiah, tahlilan, dsb. Serta adanya kampung -kampung yang menunjukkan asal daerah seperti Kampung Arab, Kampung Madura. Begitu pula pada masyarakat pedesaan mulai muncul sifat-sifat individualisme, terjadidiferensiasi sosial.
Fungsionalisme Struktural
Sistem sosial senantiasa terintegrasi diatas dua landasan berikut:
1. Konsensus sebagian anggota masyarakat akan nilai kemasyarakatan yang fundamental.
2. Berbagai anggota masyarakat sekaligus menjadi anggota berbagai kesatuan sosial (cross cutting affiliation) dan loyalitas ganda (cross cutting loyalities)
Jawaban para penganut fungsionalisme struktural terhadap pertanyaan faktor-faktor apakah yang mengintegrasikan masyarakat masih harus dipertimbangkan validitasnya untuk menganalisis masyarakat majemuk —-> hanya dapat berlaku dalam derajat terbatas.
Sejarah teori konflik (Karl Max dalam bukunya Das Capital)
Lahir karena adanya revolusi industri dalam masyarakat Eropa dan Amerika, yang pada saat itu terbentuk dua kelompok besar yaitu kaum borjuis (pemilik modal) dan kaum proretal (pekerja)
Filed under: catatan ISD
Teori Konflik
Ada dua macam tingkatan konflik di dalam masyarakat:
1. Konflik di dalam tingkatannya yang bersifat ideologis
2. Konflik di dalam tingkatannya yang bersifat politik
Suatu masyarakat terintegrasi di atas paksaan (coercion) dari suatu kelompok atau kesatuan social atas kelompok-kelompok atau kesatuan social lainnya.
Suatu masyarakat majemuk dapat juga terintegrasi oleh karena adanya saling ketergantungan diantara berbagai kelompok atau kesatuan sosial tersebut dalam lapangan
ekonomi.
Teori Fungsionalisme Struktural
Teori Konflik
![]()


Mengenai integrasi; semuanya benar dalam
tingkat dan derajat tertentu
Menurut Liddle
Suatu integrasi nasional yang tangguh hanya dapat berkembang apabila:
1. Sebagian besar anggota masyarakat bersepakat tentang batas-batas teritorial
negara sebagai suatu kehidupan politik dalam mana mereka menjadi anggotanya.
2. Apabila sebagian besar anggota masyarakat tersebut bersepakat mengenai struktur pemerintahan dan aturan-aturan “daripada proses” politik yang berlaku bagi seluruh masyarakat diatas wilayah negara tersebut.
Filed under: catatan ISD
Ilmu sosial Dasar diampu oleh:
Drs. Joko Santoso, M.Si
Dosen Sosiologi FISIP
Masyarakat Majemuk (Van den Berghe):
1. Terjadinya segmentasi ke dalam bentuk kelompok-kelompok yang memiliki kebudayaan (sub kebudayaan yang berbeda)
2. Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer (tidak saling melengkapi)
3. Kurang mengembangkan konsensus di antara anggota masyarakat tentang nilai-nilai sossial yang bersifat dasar
4. Secara relatif sering terjadi konflik di antara kelompok yang satu dengan yang lain
5. Secara relatif integrasi sosial tumbuh di atas paksaan (coercion) dan saling ketergantungan di bidang ekonomi
6. Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok yang lain
Struktur Masyarakat Indonesia dalam Masalah Integrasi Nasional
![]()
MASYARAKAT
![]()
PLURALITAS STRATIFIKASI SOSIAL

![]()
Bagaimana terintegrasi secara horizontal?
Bagaimana terintegrasi secara horizontal?
Jenis masyarakat nenurut E.Durkheim
1. Solidaritas Mekanik
Masyarakat yang terbagi-bagi ke dalam berbagai kelompok-kelompok yang biasanya merupakan kelompok-kelompok berdasarkan garis keturunan tunggal akan tetapi memiliki struktur kelembagaan yang bersifat homogeneus.
Merupakan cirri khas pada masyarakat pedesaan yang cenderung homogen. Perilaku individu cenderungmengikuti perilaku masyarakat pada umumnya.
Contoh system bawon dan pertelon.
2. Solidaritas Organis
Masyarakat yang tingkat diferensiasi fungsional yang tinggi dengan banyak lembaga-lembaga kemasyarakatan akan tetapi bersifat komplementer dan saling bergantung satu sama lain.
Merupakan ciri khas pada masyarakat perkotaan.