Esti08’s Weblog


Latihan Basindo (1)
May 28, 2008, 11:39 pm
Filed under: catatan Bas_Indo | Tags:

LATIHAN EYD
1. Di Kota Gede banyak yang menjual cinderamata dari perak.
2. Ulang tahun pernikahannya bertepatan dengan bulan Maulud.
3. Etnologi menklasifikasikan bangsa atas dasar ras dan kebudayaan.
4. Dengan pengembangan aneka rasa dan kemasan, dodol garut semakin disukai orang dalam segala usia.
5. Pesan Saudara telah saya sampaikan kepada Saudara Amir.
6. Perlu diadakan perubahan terhadap Undang-Undang Perfilman di Indonesia.
7. Perkara itu dibela oleh Tn.Daniel,S.H.
8. Dia akan pulang menjelang hari Lebaran.
9. Kemarin Brigadir Jenderal Ahmad dilantik menjadi mayor jenderal.
10. Meskipun tes ini tidak sukar, Anda perlu berhati-hati.
11. Calon jamaah haji dikumpulkan di Pondok Gede.
12. Satu volt ialah tegangan listrik yang diperlukan untuk mengalirkan satu ampere lewat resistan satu volt.
13. Jangankan harus dua kali, satu kali pun saya tidak sanggup berenang.
14. Yang bertanda tangan di bawah ini telah menjual sebuah rumah bertingkat seharga Rp. 250.180.125,00.
15. Mata kuliah ini wajib diberikan di semua universitas di seluruh Indonesia.



Catatan Basindo (4)
May 28, 2008, 11:38 pm
Filed under: catatan Bas_Indo | Tags: ,

RAGAM BAHASA BAKU
Ragam bahasa yang digunakan dalam dunia pendidikan, yang kaidah-kaidahnya diperikan
(diuraikan secara jelas) daripada ragam bahasa lain dan dijadikan tolak ukur sebagai bahasa yang benar.

Penggunaan bahasa baku resmi:
- komunikasi resmi
surat kedinasan, rapat, upacara, perundang-undangan
- wacana teknis
karya ilmiah, laporan, penelitian, artikel, jurnal
- bahasa pengantar bidang pendidikan dn pengajaran

Fungsi bahasa baku
1) Fungsi pemersatu, menghubungkan semua penutur berbagai dialek bahasa sehingga menjadi satu masyarakat bahasa yang sama, yaitu bahasa Indonesia
2) Fungsi pemberi kekhasan, bahasa Indonesia berbeda dari bahasa lain yang serumpun yang berasal dari bahasa yang sama, yaitu bahasa Melayu
3) Sebagai kerangka acuan, dengan adanya kaida dan norma yang jelas bahasa baku menjadi tolak ukurbagi benar tidaknya pemakaian bahasa orang perorangan/golongan

Sifat bahasa baku
1) Kemantapan dinamis, mempunyai kaidah dan aturan tetap/tidak berubah
contoh: kata yang berlawanan ktsp bila diberi imbuhan akan luluh kecuali kluster(double konsonan) dan      kata serapan
me+sapu        menyapu
me+sukses        menyukseskan
me+cuci        mencuci
me+curi        mencuri
me+koordinasi    mengoordinsi
me+pesona        memesona
me+traktir        mentraktir
me+klarifikasi    menklasifikasikan
me+suport        mensuport
me+suplai        menyuplai
2) Bersifat kecendekiaan
Perwujudannya dalam kalimat, paragraf, dan satuan bahasa lain yang lebih besar mengungkapkan penalaran dan pemikiran yang logis dan masuk akal.
3) Keseragaman
Adanya penyeragaman kaidah dan ketentuan dalam bahasa Indonesia.



Keep On Smilling
May 9, 2008, 4:35 am
Filed under: inspirasi

Life is a mixture of sunshine and rain,
laughter and teardrops,
pleasure and pain.
All days can’t be bright,
but it’s certainly true,
There was never a
cloud the sun didn’t shine through.
So just keep on smiling
whatever betide you
secure in the knowledge
God is always beside you.

Kawanan kecil



Bapa Surgawi
May 9, 2008, 4:29 am
Filed under: kidung rohani

Bapa Surgawi ajarku mengenal
Betapa dalamnya kasihMu
Bapa Surgawi ajarku mengerti
Betapa kasihMu padaku

Semua yang terjadi di dalam hidupku
Buat kumenyadari Kau selalu sertaku
Bri hatiku selalu bersyukur padaMu
Karena rencanaMu indah bagiku



Catatan Basindo (3)
May 9, 2008, 4:18 am
Filed under: catatan Bas_Indo

Ragam bahasa dapat dikenali menurut pemakai dan pemakaian bahasa. Menurut pemakai bahasa, ragam bahasa dibedakan menjadi ragam daereah, ragam pendidikan, dan ragam sikap pemakai bahasa. Dari segi pemakaian bahasa, ragam bahasa dibedakan menjadi, ragam bahasa berdasarkan pokok persoalan dan ragam menurut sarananya.

1. Ragam bahasa menurut pemakai bahasa
a. Ragam daerah/dialek
Dialek berbeda dengan logat. Dialek adalah variasi bahasa sekelompok orang sedangkan logat adalah variasi bahasa orang perorang. Rgam dialek berkaitan dengan bahasa ibu penutur.
Ragam daerah adalah ragam bahasa yang terjadi karena adany6a perbedaan letak geografis. Ragam daerah dikenali dengan dialek daerah tertentu.
Misalnya:
mbogor, mbandung, mbanyumas (Jogjakarta)
pendidi’an, tanja’an, gera’an (Jogjakarta)
thetapi, ithu, pathung, canthik (Bali)

b. Ragam pendidikan
Ragam pendidikan terjadi karena adanya perbedaan tigka tpendidikan orang perorang.
-Tata bunyi bahasa Indonesia orang yang terpelajar dengan orang yang tidak berpendidikan formal.
Misalnya bunyi /f/ dan /ks/ berubah menjadi /p/ dan /k/ pada ujaran orangyang tidak berpendidikan.
-Tata bahasa
Misalnya: Ini hari kita musti selesaikan persoalan ini. Seharusnya, Hari ini kita mesti menyelesaikan persoalan ini.

c. Ragam sikap pemakai bahasa/penutur
Ragam bahasa menurut pemakai bahasa disebut langgam atau gaya bahasa. Pemilihannya bergantung pada sikap pemakai bahasa terhadap siapa lawan bicara (orang yang diajak bicara). Sikap dipengaruhi oleh:
-usia dan tingkat wibawa
-kedudukan lawan bicara
_pokok permasalahanm
-tujuan penyampaian informasi
Misalnya saja gaya bahasa atasan yang bericara kepada bawahannya berbeda dengan perbincangan sepasang kekasih.

2. Ragam bahasa menurut pemakaian bahasa
a. Ragam pokok persoalan
Ragam Bahasa yang terjadi akibat adanya istilah khusus dibidang tertentu.
Contoh:
bidang agama: zakat, adab, amal, kurban, infak
bidang ekonomi: inflasi, suku bunga, kredit, laba
bidang aerkeologi: fosil, artefak, arkeolog

b.Ragam berdasar sarana
Ragam ini dibedakan menjadi ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulisan.Beberapa hal yang lebih mudah dipahami bila menggunakan ragam bahasa tulisan antara lain grafik, tabel,dan rumus. Sedangkan, hal yanglebih mudah dipahami dalam ragam bahasa lisan adalah anomatope (tiruan bunyi) dan orang yang sedang mengumpat. Pembeda utama ragam bahasa tulis dari ragam bahasa lisan adalah pada aspek ejaan, sedangkan pembeda utama ragam bahasa lisan dari ragam bahasa tulis adalah pada aspek lafal. Aspekutama kebahasaan tetap ada dalam kedua ragam bahasa ini seperti tata bahasa dan kosakata.
Ragam bahasa lisan terlihat dari pembicara memanfaatkan peragaan, gerak tangan, air muka, tinggi rendah nada untuk membantu pemahaman gagasan. Ragam bahasa tulisan mementingkan kelengkapan unsur tata bahasa, bentuk kata, susunan kalimat, ketepatan pilihan kata,kaidah ejaan, pungtuasi (tanda baca) untuk memperjelas pengungkapan.



Catatan Basindo (2)
May 2, 2008, 4:34 am
Filed under: Uncategorized

Cikal bakal bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu bukan bahasa daerah, karena:
- Berdasarkan sejarah, kerajaan Sriwijaya menguasai hampir seluruh wilayah Indonesia. Perdagangan kala itu berkembang pesat dan sebagai bahasa pengantar para pedagang antar budaya yang berbeda digunakan bahasa Indonesia.
- Bahasa Melayu mudah dipelajari dan dipahami ketimbang bahasa Jawa karena tidak ada ’speech level’.
- Kala itu Sriwijaya menjadi pusat kegiatan ekonomi, politik, dn demografi sehingga bahasa Melayu dijadikan bahasa ibu.

Suatu bahasa menjadi bahasa nasional/internasional dipandang dari sudut pandang sosial, ekonomi, politik, pendidikan dan demografi. dalam perkembangannya bahasa Indonesia mengalami perkembangan karena bersifat dinamis sesuai dengan kebudayaannya. Bahasa Indonesia sendiri miskin kosakata sehingga menyerap berbagai kata baik dari bahasa asing maupun bahasa daerah. Banyak gagasan atau konsep yang tidak dapat diungkapkan dalam bahasa Indonesia.

RAGAM/VARIASI BAHASA
Variasi bahasa ada karena bangsa Indonesia mempunyai banyak penutur dari suku daerah berbeda yang terpengaruh bahasa ibu. Meskipun ada variasi bahasa, namun tetp disebut sebagai bahasa Indonesia bukan bahasa yang lain karena:
1. Adanya persamaan dalam kaidah bunyi.
2. Adanya persamaan dalam pembentukkan kata.
3. Persamaan makna.



Kuliah 28 Maret’08 (lanjutan)
May 2, 2008, 4:16 am
Filed under: catatan ISD

Menurut Berghe, masyarakat majemuk tidak bisa dimasukkan ke dalam salah satu jenis masyarakat dari Durkheim.

Masyarakat memiliki kedua jenis masyarakat dari Durkheim dengan satu jenis yang lebih dominan. Misalnya saja pada masyarakat perkotaan ada pula sebagian masyarakat yang tetap memalihara budaya pedesaan seperti takjiah, tahlilan, dsb. Serta adanya kampung -kampung yang menunjukkan asal daerah seperti Kampung Arab, Kampung Madura. Begitu pula pada masyarakat pedesaan mulai muncul sifat-sifat individualisme, terjadidiferensiasi sosial.

Fungsionalisme Struktural
Sistem sosial senantiasa terintegrasi diatas dua landasan berikut:

1. Konsensus sebagian anggota masyarakat akan nilai kemasyarakatan yang fundamental.

2. Berbagai anggota masyarakat sekaligus menjadi anggota berbagai kesatuan sosial (cross cutting affiliation) dan loyalitas ganda (cross cutting loyalities)

Jawaban para penganut fungsionalisme struktural terhadap pertanyaan faktor-faktor apakah yang mengintegrasikan masyarakat masih harus dipertimbangkan validitasnya untuk menganalisis masyarakat majemuk —-> hanya dapat berlaku dalam derajat terbatas.

Sejarah teori konflik (Karl Max dalam bukunya Das Capital)

Lahir karena adanya revolusi industri dalam masyarakat Eropa dan Amerika, yang pada saat itu terbentuk dua kelompok besar yaitu kaum borjuis (pemilik modal) dan kaum proretal (pekerja)